Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Thursday, December 01, 2011

Waspadai Bahan Kimia Dalam Makanan

Kewaspadaan akan adanya bahan kimia dalam makanan harus terus ditingkatkan. Kasus-kasus penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pembuatan makanan merupakan indikasi kuat akan resiko kesehatan yang akan terjadi, bila kita tidak dengan cermat menghindarinya.

Bahan kimia dalam makanan dapat masuk ke dalam makanan yang kita konsumsi dengan dua cara. Yang pertama adalah bahan kimia tersebut memang dengan sengaja ditambahkan dalam proses pembuatan dengan tujuan tertentu. Sebagai contoh adalah penggunaan bahan kimia pewarna tekstil untuk memperbaiki penampilan makanan.

Penambahan food additives seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna makanan dan garam adalah contoh lain bahan kimia dalam makanan yang memang dengan sengaja ditambahkan selama proses produksi atau proses pembuatan.

Yang kedua, bahan kimia dalam makanan bisa juga berasal dari sisa bahan kimia atau berasal dari kemasan (food contaminants). Mari kita ambil contoh. Pestisida adalah bahan kimia beracun yang biasa digunakan petani untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Pada saat hasil tanaman dipanen, sisa pestisida masih tetap ada. Dan kemungkinan besar masih akan tetap ada meskipun telah dicuci dengan menggunakan air dan masuk ke dalam tubuh ketika kita konsumsi.

Cari Tahu Bahan Kimia Dalam Makanan

Food additives atau zat aditif pada makanan biasanya kurang mendapat perhatian dari kita sebagai konsumen. Akan tetapi tahukah kita bahwa zat-zat aditif yang ada dalama makanan dapat membahayakan kesehatan kita dalam jangka panjang?

Kita sebut saja misalnya beberapa contoh zat aditif pada makanan. Pengawet, pewarna makanan, pemanis buatan, asam, garam, bahan pengembah, bahan penguat rasa dan bahan kimia pengembang adonan. Bahan-bahan kimia tersebut akan dapat kita temukan pada makanan berkemasan.

Lalu bagaimana kita tahu bahwa makanan yang kita konsumsi mengandung bahan kimia tersebut? Mudah sekali. Lihat saja label pada kemasan produk makanan olahan yang akan kita beli. Di dalam label anda bisa mengenali zat aditif apa saja yang terdapat di dalamnya.

Pada sayuran atau buah-buahan tentu yang paling harus kita waspadai adalah sisa pestisida. Karena kita tahu bahwa pestisida adalah bahan kimia beracun yang sangat berbahaya. Kuncinya, jangan pernah mengkonsumsi langsung bahan makanan hasil pertanian yang jelas-jelas menggunakan pestisida buatan sebagai bahan anti hamanya.

Tips Menghindari Bahan Kimia Dalam Makanan

Untuk menghindari sama sekali atau zero consumption bahan kimia dalam makanan, rasa-rasanya tidak mungkin kita lakukan. Apalagi bagi kita yang memang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi.

Tips yang pertama adalah mencari tahu dampak negatif bahan kimia dalam makanan terhadap kesehatan kita, baik itu berupa food additives maupun food contaminants. Secara psikologis bila kita sudah tahu ruginya bagi kita, maka secara alami kita akan berusaha untuk menghindarinya.

Tips yang kedua adalah mengenali keberadaannya. Kita bisa lihat label pada kemasan, mencari tahu cara memproduksinya atau cara menanamnya. Beralih dengan mengonsumsi makanan tanpa zat aditif atau hasil pertanian organik adalah cara terbaik yang bisa kita pilih.

Tips yang ketiga adalah mulailah dengan kebiasaan memasak di rumah. Dengan cara itu kita bisa mengontrol 100% semua proses penyediaan makanan, termasuk bahan kimia yang digunakan.

Ingat, tugas kita adalah menjaga kesehatan kita dan keluarga kita. Jangan percaya 100% kepada iklan produk makanan. Bagaimanapun bahan kimia dalam makanan dalam jumlah tertentu kemungkinan besar akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan kita. Jadi waspadalah, waspadalah!

Monday, July 25, 2011

Kasiat Tomat Sebagai Penghasil Anti Oksidan Unik


Para peneliti dari Institute of Molecular and Cell Biology (IBMCP) di Spanyol telah berhasil mengidentifikasi sebuah senyawa anti oksidan pada buah tomat, yaitu resveratrol, dengan potensi 14 kali lebih banyak dibandingkan dengan yang terdapat pada anggur merah. Anti oksidan reveratrol diketahui sebagai zat yang dapat menghambat penuaan.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di sebuah jurnal ilmiah, Environmental and Experimental Botany, baru-baru ini.

Anti oksidan memiliki banyak manfaat kesehatan, diantaranya mencegah munculnya penyakit jantung koroner dan kanker. Selain itu, tomat juga memiliki kandungan anti oksidan 4.5 kali lebih besar dibandingkan dengan vitamin E dan 10 kali lipat dibandingkan dengan vitamin C.

Senyawa anti oksidan yang terdapat dalam tomat dihasilkan sebagai respon dari biotic atau abiotic stress. Biotic stress terjadi sebagai akibat dari kerusakan pada tanaman yang disebabkan oleh organisme lain seperti bakteri, virus, jamur, parasit atau serangga.

Resveratrol, yang termasuk ke dalam kelompok senyawa phenol memiliki banyak kasiat, yaitu sebagai pengawet makanan, untuk mencegah penuaan dini dan sebagai bahan tambahan pada produk-produk suplemen.

Jadi mulai hari ini, biasakanlah mengunsumsi buah tomat. Kasiat tomat begitu besar bagi kesehatan. Selain harganya relatif murah, tomat juga bisa kita peroleh dengan mudah. Selamat mencoba. (thehindu.com)

Monday, March 08, 2010

Ekstrak Pare Untuk Mencegah Kanker

Sayuran yang satu ini memang dari rasa pasti banyak orang yang tidak suka. Pahit, benar-benar pahit rasanya. Tapi tahukah anda bahwa dibalik rasanya yang pahit, pare memiliki khasiat yang luar biasa?

Di Indonesia, terutama di daerah tatar sunda Pare sudah merupakan sayuran biasa untuk dikonsumsi. Pare biasanya dijadikan lalapan setelah direbus sebelumnya.

Ada juga yang mengolah pare menjadi aneka makanan sebagai teman nasi, dengan penambahan bumbu-bumbu tertentu.

Nah, menurut hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Colorado, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pare memiliki khasiat menghambat pertumbuhan sel kanker. Pare mencegah sel kanker payudara untuk membelah, sehingga sel kanker menjadi mati.

Dan menurut para peneliti tersebut, pare diharapkan menjadi suplemen makanan untuk para penderita kanker payudara, agar sel kanker tidak tumbuh lagi.

Namun, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan bahwa pare berkhasiat mencegah tumbuhnya sel kanker tanpa efek samping apapun. (bbc)

Wednesday, January 27, 2010

Teh Hijau Dapat Mencegah Timbulnya Kanker Paru-paru


Menurut hasil penelitian terbaru, ternyata teh hijau dapat melindungi paru-paru kita dari penyakit kanker. Hal ini diungkapkan oleh para ahli kedokteran dari Universitas Taiwan menyusul hasil penelitian yang mereka lakukan terhadap sekitar 500 orang.

Dalam penelitian tersebut, terungkap bahwa para perokok dan bukan perokok yang minum teh hijau 1 cangkir sehari, memiliki resiko terkena kanker paru 5 kali lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh hijau.

Sementara itu, diantara para perokok, perokok yang tidak biasa mengonsumsi teh hijau 1 cangkir sehari, memiliki resiko terkena kanker paru 12 kali lebih besar.

Selain itu, para peneliti juga menganalisa DNA mereka yang terlibat dalam penelitian. Dan ternyata ada faktor genetika yang ikut pula mempengaruhi tingkat resiko terkena kanker paru, selain minum teh. Mereka yang memiliki gen tipe IGF1 memiliki resiko yang jauh lebih rendah, dibandingkan dengan orang yang sama-sama biasa minum teh hijau tetapi dengan tipe gen berbeda.

Namun, dalam publikasinya para peneliti mengingatkan bahwa hasil penelitian ini bukan berarti menganjurkan orang untuk tetap merokok. Hal terbaik yang harus dilakukan oleh para perokok adalah berhenti merokok secepatnya. Nah, bagi anda yang masih merokok, silahkan simak juga artikel mengenai bahaya merokok.

Baca pula artikel saya yang lain mengenai manfaat teh hijau bagi kesehatan. (bbc.co.uk)

Friday, December 18, 2009

Mengenal 10 Macam Bahan Aditif Pada Makanan

Hampir dapat dipastikan semua makanan berkemasan kini menggunakan bahan aditif. Memang faktanya, ada beberapa produsen makanan yang mengklaim bahwa produk mereka bebas bahan aditif makanan, baik itu pemanis buatan, pewarna buatan atau bahan pengawet.

Menghindari sepenuhnya mengonsumsi bahan-bahan aditif tersebut memang perlu usaha ekstra. Pastinya, mengonsumsi makanan atau minuman tanpa pemanis buatan, pewarna buatan dan bahan pengawet akan lebih sehat dan aman.

Untuk mengetahui bahan aditif yang ada dalam sebuah produk olahan, bisa kita lihat dari label yang ada di kemasan. Nah, daftar 10 bahan aditif berikut ini bisa menjadi check list buat anda.

1. Aspartame: juga dikenal dengan nutrasweet. Aspartame merupakan pemanis buatan, yang biasa digunakan untuk pudding, jelly, sereal, dan lain-lain.
2. BHA, BHT, TBHQ: berfungsi untuk mempertahankan warna makanan, rasa dan rancid. Biasa ditemukan pada keripik kentang, jelly, sereal, permen karet, dan lain-lain.
3. Blue #1 dan Blue #2: seringkali tidak ditampilkan pada kemasan. Telah dilarang penggunaannya di Norwegia, Finlandia dan Perancis. Dapat ditemukan di produk seperti permen, sereal, minuman ringan dan lain-lain.
4. BVO (Brominated Vegetable Oil): digunakan sebagai emulsifier dan clouding agent pada produk-produk seperti orange pop dan sport drinks.
5. Citrus Red #2: digunakan sebagai pewarna jeruk Florida. FDA telah merekomendasikan larangan penggunaannya.
6. MSG (Monosodium Glutamate): sebagai penguat rasa. Sering ditemukan pada makanan ringan seperti snack.
7. Red dye #3: telah dilarang penggunaannya sejak tahun 1990.
8. Saccharin: FDA telah melarang pemakaiannya, akan tetapi sampai sekarang masih dipergunakan. Saccharin bisa kita temukan pada makanan olahan seperti minuman ringan dan permen karet.
9. Sodium nitrate: digunakan untuk mempertahankan warna pada daging, terutama daging olahan.
10. Yellow #6: zat pewarna yang telah dilarang di Norwegia dan Swedia.

Sebenarnya masih banyak bahan pengawet, pewarna buatan dan pemanis buatan yang beredar di pasaran dan dipergunakan untuk produk makanan olahan. Daftar di atas hanyalah contoh. Ada beberapa bahan-bahan tersebut yang sudah terbukti secara ilmiah dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan.

Tulisan ini ditujukan untuk mengingatkan kita kembali bahwa penggunaan bahan-bahan tersebut di atas harus dengan sangat bijak kita atur jumlah konsumsinya. Memang sih, yang paling baik adalah menghindarinya. Tapi, apa mungkin?

Friday, December 04, 2009

Kebiasaan Merokok, Mempertinggi Resiko Terkena Kanker Usus Besar


Sebuah hasil penelitian terbaru mungkin menjadi peringatan bagi mereka yang belum memutuskan untuk berhenti merokok. Ternyata menurut hasil penelitian tersebut, merokok terbukti mempertinggi resiko terkena kanker usus besar atau colon cancer atau biasa disebut juga dengan colorectal cancer.

Penelitian mengenai bahaya merokok ini dilakukan oleh sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Michael Thun, dan hasil temuannya diterbitkan dalam Jurnal Cancer Epidemiology, Biomarker & Preventions.

Penelitian tersebut dilakukan antara tahun 1992 – 2005 pada 185.000 orang dengan rentang usia antara 50 – 74 tahun. Hasilnya 1.962 orang dinyatakan positif terkena kanker usus besar. 38% dari 1.962 orang yang terkena kanker usus besar ternyata telah merokok selama 50 tahun. Sedangkan 30 – 50% nya adalah mereka yang telah merokok selama 40 tahun atau mulai merokok di atas umur 40 tahun.

Satu fakta lagi tentang bahaya merokok mengemuka. Yang harus kita ingat adalah bahwa merokok itu berbahaya. Dan apabila anda saat ini masih merokok, segera niatkan untuk berhenti. Lakukan sekarang juga, sebelum semuanya menjadi terlambat.

Sunday, November 15, 2009

Bahan Pembersih Alternatif Pengganti Bahan Pembersih Kimia


Sebelum menulis artikel ini, saya coba mencari komposisi bahan pembersih lantai dan kamar mandi yang biasa saya pakai. Beberapa kali membolak-balik kemasan, tenyata tidak satu pun keterangan yang menjelaskan komposisi bahan kimia produk tersebut dan tanda bahaya bahan. Lalu, bahan pembersih yang biasa saya dan keluarga gunakan ini terbuat dari apa, ya?


Penasaran dengan apa yang baru saja saya alami, saya mulai mencari beberapa literatur. Dan ternyata bahan kimia berbahaya seperti benzene, toluene, xylene, methanol, ethyl benzene dan formaldehyde (formalin) mungkin digunakan dalam produk pembersih, disinfektan, deterjen, pembersih karpet, pernis, bahan perekat, cat dan produk penyejuk udara atau air fresheners. Padahal bahan-bahan kimia tersebut berpotensi menyebabkan kanker dan mengganggu sistem syaraf manusia.


Saya jadi teringat bahwa meskipun kita tidak terkena paparan secara langsung, akan tetapi bahan kimia berbahaya tersebut masih dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui air tanah yang terkontaminasi atau residu yang masih tertinggal. Bahan kimia tersebut masuk ke dalam tanah bisa melalui limbah cair kamar mandi, tempat cuci piring atau mesin cuci.


Namun, jika kita masih tetap ingin menggunakan bahan pembersih yang kemungkinan mengandung bahan kimia berbahaya seperti tersebut di atas, maka perhatikan hal-hal berikut ini demi keselamatan dan kesehatan kita:


a. Ingatlah bahwa seringkali kita tidak perlu menggunakan dosis sebanyak dosis yang dianjurkan. Lebih aman bila dosisnya kita kurangi.

b. Jangan pernah mencampurkan dua bahan pembersih yang berbeda.

c. Gunakan selalu alat pelindung diri seperti sarung tangan.

d. Selalu ikuti petunjuk penggunaan dan pemakaian yang tertera pada kemasan.

e. Pastikan bahwa ruangan di mana kita akan menggunakan produk tersebut memiliki ventilasi yang cukup.

f. Bilas sampai bersih alat pembersih (sikat, sponge, ember atau gayung) yang kontak langsung dengan produk pembersih.

g. Cari tahu bagaimana cara aman membuang sisa dan kemasan cairan pembersih tersebut.


Gunakan Bahan Alternatif Yang Aman

Tanpa menggunakan bahan-bahan pembersih yang ada di pasaran saat ini sepertinya tidak mungkin kita lakukan 100%. Akan tetapi beberapa tips berikut dapat kita coba, sebagai solusi untuk mengurangi penggunaan bahan pembersih konvensional.


1. Jeruk nipis: bisa digunakan untuk menghilangkan minyak pada cermin atau meja.

2. Asam cuka: ampuh menghilangkan minyak, mencegah tumbuhnya jamur, membersihkan kaca jendela dan lantai.

3. Garam dapur: dapat digunakan sebagai desinfektan.

4. Sodium bikarbonat atau baking powder: sebagai pembersih, penghilang bau, penghilang noda, melembutkan kain dan membantu melancarkan saluran air yang tersumbat (dengan campuran cuka).

Biasanya, orang lebih mengenal campuran asam cuka dan baking powder sebagai bahan pembersih serba guna, karena dapat digunakan untuk membersihkan toilet, tempat cuci piring, lantai dan permukaan lainnya.

Pilihan ada pada anda. Gunakan secara bijak.

Thursday, October 01, 2009

Komisi Eropa Batasi Volume Maksimum Pemutar Lagu

Komisi Eropa berencana mengeluarkan aturan baru tentang batas maksimum volume pada pemutar lagu atau music player. Rencana Komisi Eropa ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa 1 dari 10 pengguna music player mengalami kerusakan pendengaran secara permanen. 

Para ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut juga mengemukakan bahwa orang yang menggunakan pemutar lagu dengan volume tinggi selama 1 jam per harinya, beresiko mengalami gangguan pendengaran permanen. Sementara itu, berdasarkan data ada sekitar 50 - 100 juta orang yang menggunakan pemutar lagu setiap harinya.

Menurut Komisi Eropa, pada volume dengan tingkat kebisingan mencapai 80 dB (desibel) paparan atau exposure tidak diperkenankan lebih dari 40 jam per minggunya. Sedangkan pada 89 dB, hanya diperkenankan 5 jam saja setiap minggunya.

Saat ini Komisi Eropa belum menetapkan batas maksimum volume yang diperbolehkan, serta belum mensyaratkan pemasangan label volume maksimum pada produk pemutar lagu. (bbc)

Sunday, May 31, 2009

6 Kebiasaan Tidak Sehat Dalam Mengonsumsi Makanan

Memang sulit meninggalkan kebiasaan buruk, termasuk kebiasaan tidak sehat yang dengan sadar terus saja kita lakukan. Padahal begitu banyak informasi dan fakta yang sudah kita terima. Tapi tetap saja sulit untuk meninggalkannya.

Namun demikian, dengan sedikit kemauan saya yakin kita bisa kok meninggalkan kebiasaan tidak sehat kita itu. Nah, berikut ini adalah beberapa kebiasaan tidak sehat kita dalam mengonsumsi makanan.

  1. Menggunakan kertas koran bekas atau plastik sebagai bungkus gorengan. Padahal logam berat berbahaya seperti timbal (Pb) pada kertas akan berpindah ke gorengan akibat adanya suhu tinggi pada makanan yang baru digoreng. Sama halnya juga dengan plastik. Monomer atau komponen pembuat plastik bisa berpindah juga ke makanan karena kontak dengan suhu yang tinggi.
    Untuk menyiasatinya sebernarnya mudah saja kok. Siapkan selalu tempat makanan yang memang aman (food grade), bila kita hendak membeli gorengan.

  2. Kita lebih memilih kemasan indah Styrofoam atau polystyrene sebagai tempat menyimpan makanan olahan siap saji. Residu styrofoam pada makanan yang masuk ke dalam tubuh berpotensi menyebabkan penyakit pada sistem reproduksi manusia (hasil riset divisi keamanan pangan pemerintah Jepang tahun 2001).
    Untuk menghindarinya, kita bisa minta pakai piring saja, atau kalau mau dibawa pulang bawa tempat makanan yang aman dari rumah. Toh tidak akan memberatkan kita, kan?

  3. Biasa mengonsumsi makanan dalam kaleng. Potensi bahaya makanan kalengan sangat besar, seperti masuknya komponen logam pada kaleng ke dalam makanan akibat coating atau pelapisan yang tidak sempurna, dan juga keracunan akibat tumbuhnya bakteri clostridium botulinum.

  4. Mengonsumsi makanan berpengawet secara berlebihan. Meskipun kadarnya sesuai dengan anjuran dokter, akan tetapi kita tetap harus waspada. Karena bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama tetap berpotensi membahayakan kesehatan.

  5. Meminum minuman suplemen setiap hari. Dengan alasan menjaga kebugaran tubuh, seorang teman saya pun pernah melakukannya setiap hari. Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun saluran kencingnya tersumbat batu, yang menurut dokter kemungkinan besar berasal dari minuman suplemen energi yang dikonsumsinya setiap hari.

  6. Masih memilih makanan dengan warna terang dan menarik. Yakinkah kita bahwa warna terang pada makanan tersebut berasal dari pewarna makanan atau bahan pewarna tekstil?

Mungkin sebagian dari kita sudah pernah membaca kebiasaan buruk di atas atau bahkan terlalu sering mendengarnya, sampai-sampai kita menjadi apatis terhadapnya. Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan kita semua akan kebiasaan tidak sehat yang terus saja kita lakukan. Padahal potensi membahayakan kesehatannya cukup besar.

Ingat, biaya kesehatan itu mahal. Lebih baik kita menghindarinya dengan sedikit kemauan dan disiplin. Dan uangnya lebih baik kita gunakan untuk membiayai kepentingan yang lebih mendesak dan bermanfaat.

Semoga tulisan ini dapat membantu.

Thursday, March 26, 2009

Mengenal Polusi Udara (Bagian-1)

Asap tebal dan menyesakkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di kota-kota besar. Apalagi di pagi hari, saat ribuan kendaraan memadati jalan-jalan. Bukannya udara segar yang kita hirup, tapi malah udara berpolusi yang memenuhi paru-paru kita.

Kini polusi udara merupakan salah satu masalah terbesar di hampir seluruh negara di dunia. Bahkan di Amerika Serikat menurut data dari Environmental Science Engineering Harvard School of Public Health, polusi udara merupakan penyebab kematian 4% warga Amerika Serikat.

Polusi udara seperti dilansir oleh Wikipedia.org, adalah masuknya bahan kimia, partikel padatan atau bahan biologis ke dalam udara (atmosfir), yang dapat membahayakan dan menyebabkan ketidaknyamanan pada manusia atau mahluk hidup lain, serta membahayakan kelestarian lingkungan hidup. Bahan kimia, partikel padatan atau bahan biologis disebut polutan. Polutan dapat berupa partikel-partikel padat, cairan atau gas, baik yang berasal dari alam maupun hasil sintesa.

Dilihat dari tempat asal pembentukannya, polutan atau bahan pencemar dibagi menjadi dua, yaitu polutan primer dan polutan sekunder. Yang termasuk ke dalam polutan primer adalah polutan-polutan yang terbentuk atau dihasilkan secara langsung dari sebuah proses, baik yang sifatnya alami, seperti gunung meletus, maupun hasil aktifitas manusia, seperti unit produksi bahan kimia. Sedangkan polutan sekunder timbul karena adanya interaksi atau reaksi antar polutan primer.

Polusi udara dapat terjadi di mana saja. Di rumah, kantor, sekolah, jalan, alam terbuka bahkan di rumah sakit, yang seharusnya merupakan tempat yang bebas polusi udara. Perkembangan teknologi yang sangat pesat, ikut pula berperan terhadap semakin parahnya kondisi polusi udara di kebanyakan Negara di dunia.

Sunday, March 22, 2009

Benarkah Saus Tomat Dapat Mencegah Penyakit Pada Hati?

Kandungan gizi pada buah tomat sudah tidak diragukan lagi. Tomat adalah sumber utama vitamin A, C dan E serta folat. Selain itu, telah banyak studi yang menunjukkan bahwa tomat juga banyak mengandung karoten (carotenoids), sebagai zat anti-oksidan yang mampu mencegah penyakit pada hati dan kanker.

Menurut
www.healthcentral.com, bahwa salah satu karoten yang penting pada tomat adalah likopen (lycopene), yaitu zat warna yang bertanggung jawab terhadap tingkat warna merah pada buah-buahan dan sayur-sayuran, seperti pada tomat dan semangka.

Likopen diserap oleh tubuh melalui usus dan tingkat penyerapannya akan meningkat ketika tomat dipanaskan, diproses atau diblender. Maka jus tomat dan saus tomat akan mengandung lebih banyak likopen dibandingkan dengan buah tomat segar. Selain itu, kehadiran lemak (seperti minyak zaitun) juga dapat meningkatkan penyerapan likopen.

Dalam tubuh, likopen disirkulasikan oleh LDL (low-density lipoprotein). Di sinilah peran likopen mulai terlihat, yaitu mencegah oksidasi LDL oleh radikal bebas. Apabila oksidasi terjadi, maka partikel LDL menjadi lebih berbahaya bagi dinding arteri. Proses ini akhirnya dapat menyebabkan serangan pada hati.

Likopen tidak hanya melindungi LDL yang ada dari kerusakan, akan tetapi juga dapat mengurangi jumlah total LDL yang bersirkulasi dan total serum kolesterol. Likopen dapat secara langsung mencegah pembentukan LDL dan kenaikan jumlah LDL receptor.

Dari penjelasan di atas nampak jelas bahwa saus tomat dan jus tomat mampu mencegah penyakit pada hati. Namun, kita tetap perlu waspada terhadap asupan bahan pengawet ke dalam tubuh secara berlebihan, karena bahan pengawet ditambahkan ke dalam produk saus tomat hasil pengolahan.

Friday, March 06, 2009

Minum Teh Hijau, Gigi Terlindungi

Teh hijau dibandingkan dengan minuman lainnya ternyata tidak menyebabkan erosi pada lapisan enamel atau lapisan pelindung pada gigi. Lain halnya dengan soda, jus jeruk atau minuman ringan yang mengandung gula dan asam, mendorong terjadinya erosi pada gigi. Erosi yang dimaksud adalah rapuhnya struktur gigi yang disebabkan oleh pengikisan karena asam. Pada awalnya, erosi pada gigi muncul pada lapisan enamel, selajutnya pada lapisan dentin di bawahnya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam General Dentistry edisi bulan Agustus yang lalu, menyebutkan pula bahwa teh hijau lebih baik jika diabandingkan dengan teh hitam dalam hal perlindungannya terhadap gigi. Hal ini dimungkinkan karena kandungan flavonoid dan anti-oksidan dalam teh hijau.

Para ahli menyarankan agar manfaat teh hijau menjadi optimal, hendaknya minum teh tidak ditambah dengan gula, susu atau jeruk, serta menghindari meminum ice tea, karena banyak mengandung gula atau asam sitrat.

Selain itu, teh hijau diyakini pula mengandung fluoride, yang berfungsi sebagai pelindung gigi. Namun, konsumsi yang berlebihan malah akan menyebabkan kerusakan pada gigi.

Bagi anda yang ingin mengetahui manfaat lain dari teh hijau, anda bisa membaca tulisan saya yang lalu, yaitu 27 manfaat teh hijau bagi kesehatan. (sumber: tehmedguru.com)

Monday, January 19, 2009

4 Tips Sederhana Menghindari Bahan Berbahaya Dalam Makanan

Sulit memang untuk sama sekali mencegah masuknya bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh, baik secara langsung atau melalui perantaraan bahan kemasan makanan atau minuman. Sebut saja misalnya formalin atau zat pewarna berbahaya.

Nah, tips berikut mungkin dapat membantu kita menghindari atau mengurangi kontaminasi bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh kita.

  1. Pilihlah saus tomat yang dikemas dalam kemasan gelas. Dengan tingkat keasaman yang dimilikinya, saus tomat berpotensi mampu melucuti bahan berbahaya dalam kemasan kaleng.

  2. Sebaiknya hindari bahan makanan berpengawet dalam kemasan kaleng. Pilihlah bahan makanan segar atau yang diawetkan dalam keadaan beku.

  3. Gunakan pembungkus alami untuk makanan, seperti daun pisang. Hindari penggunaan kantong plastik apalagi koran bekas. Makanan atau minuman dalam keadaan panas akan mampu melucuti bahan kimia dari kemasan.

  4. Jika memungkinkan pilih makanan dengan pewarna alami saja

Tips di atas mungkin bagi sebagian orang sulit untuk melakukannya. Alasannya bisa beragam. Akan, tetapi semoga tips sederhana di atas bisa membantu mengingatkan kita semua.

Thursday, December 25, 2008

Menurunkan Berat Badan Dengan Meminum Air Rebusan Daun Salam

Sebagian dari anda mungkin telah membaca artikel mengenai tips menurunkan berat badan dari blog ini. Ada beberapa tips yang saya kemukan di artikel tersebut. Tapi kali ini, agak sedikit berbeda.

Dua hari yang lalu saya membaca sebuah tips sehat kiriman teman kita, yaitu Nuruh Hidayah dari Cimahi, Jawa Barat, yang diterbitkan dalam majalah wanita Islam ‘Paras’. Kata Nurul, air rebusan daun salam dapat menurunkan berat badan.

Caranya, lanjut Nurul, ambil 10 genggam daun salam yang masih basah (segar), lalu dicuci bersih. Rebus dengan 3 gelas air, sisakan hingga air rebusan tersisa 1 gelas. Saring, lalu diminum. Minum setiap hari, sekali satu gelas. Kata Nurul, berat badan kita akan turun.

Dari pembaca mungkin ada yang bertanya, sudah terbukti secara ilmiah nggak nih? Memang benar sih harus ada pembuktian ilmiah terlebih dahulu sebelum bisa diklaim hasilnya.

Akan tetapi, daun salam pastinya aman untuk dikonsumsi. Karena para ibu akrab betul dengan bumbu dapur yang satu ini.

Sekarang bagaimana? Mau coba? Silahkan coba…insya Alloh tanpa efek samping…

Friday, December 05, 2008

Lagi, Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan

Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai 27 manfaat teh hijau, tulisan kali ini ingin memperkuat info hasil penelitian yang telah dilakukan, berkenaan dengan manfaat teh hijau bagi kesehatan.

Manfaat teh hijau bagi kesehatan memang tidak terlepas dari kandungan zat antioksidan yang terkandung di dalamnya, yaitu ECGC. Dari sekian banyak manfaat teh hijau, kemampuannya untuk menghancurkan sel-sel penyebab kanker memang paling mengemuka. Bahkan, teh hijau juga diyakini mampu mengurangi efek penuaan dini atau sebagai zat anti-aging.

Selain itu, teh hijau ternyata berpotensi dapat membantu melawan diabetes (penyakit gula). Dan berita terakhir dari Irak diperoleh info bahwa seorang pasien yang menderita Sjogren’s syndrome setelah kembali dari peperangan, ternyata mampu disembuhkan dengan bantuan teh hijau.

Kini, kita pun bisa memperoleh manfaat teh hijau tidak saja dengan cara diminum, tetapi juga dengan menikmati produk-produk seperti permet karet dari teh hijau atau permen mint teh hijau.

Namun demikian, bagi kita sebagai konsumen tetap harus waspada terhadap klaim yang dibuat oleh produsen makanan atau minuman yang menggunakan label teh hijau sebagai bahan bakunya. Dengan mudah kita bisa mengenalinya dari nomor registrasi BPOM pada label kemasan produknya. (Sumber: NBC Augusta)

Monday, May 12, 2008

Info Bahaya Kesehatan Bahan Kimia B3

Heboh penggunaan bahan kimia berbahaya (B3) secara bebas dalam makanan dan minuman telah mengkhawatirkan banyak pihak. Karena yang menjadi korban kebanyakan adalah anak-anak, yang notabene menjadi pihak paling rentan terhadap pengaruh buruk bahan kimia B3.

Kondisi ini diperparah lagi dengan terbatasnya akses terhadap informasi bahaya kesehatan menyangkut penggunaan bahan kimia berbahaya.

Sebagai contoh seberapa besar dosis bahan kimia B3 yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, tingkat paparan atau exposure level, tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gangguan kesehatan, adalah sederet informasi yang seharusnya diketahui dengan tepat.

Lalu di mana kita bisa memperoleh semua informasi tersebut secara cuma-cuma?

Adalah Departemen Kesehatan AS yang membuka akses secara bebas informasi bahaya kesehatan bahan kimia berbahaya. Semua informasi tersebut bisa kita akses melalui
http://www.atsdr.cdc.gov/toxfaq.html. Tinggal ketik bahan kimia B3 yang kita maksud (dalam bahasa Inggris), lalu dalam beberapa saat akan muncul informasi yang kita cari. Bahkan kita bisa mendownload juga file pdf-nya.

Selamat mencoba!


Buku referensi:
Perpustakaan Online

Sunday, March 23, 2008

Makna Tanda Bahaya atau Hazard Symbol Bahan Kimia

Bagi mereka yang kerap berhubungan bahan kimia berbahaya dan beracun atau B3, memahami dengan benar makna label tanda bahaya atau hazard symbol yang terdapat pada kemasannya merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Bahan kimia B3 bukan saja menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan dan keselamatan manusia, akan tetapi juga lingkungan dan harta benda. Bahkan potensi bahayanya bisa sampai puluhan tahun atau jangka panjang.

Setiap bahan kimia B3 memiliki potensi bahaya yang berbeda-beda, sesuai dengan sifat dan karakteristiknya. Sehingga tanda bahaya yang sesuai untuk setiap bahan kimia B3 akan berbeda pula. Informasi menyeluruh tentangnya bisa kita dapatkan dari lembar keselamatan bahan atau MSDS (Material Safety Data Sheet).

Diantara tanda bahaya bahan kimia B3 yang umumnya kita jumpai antara lain beracun, mudah terbakar, korosif, mudah meledak dan lain-lain. Secara khusus masing-masing makna potensi bahaya tadi diwakili oleh sebuah tanda bahaya atau hazard symbol.

Sebagai contoh, tanda bahaya untuk bahan kimia B3 yang bersifat racun diberi label tengkorak berwarna kuning, seperti diperlihatkan oleh gambar di atas. Nah, selengkapnya mengenai tanda bahaya beserta maknanya bisa kita dapatkan diantaranya melalui situs wikipedia.org, labelsoureonline.co.uk, osha.gov atau ab.ust.hk.

Pemahaman yang benar tentang tanda bahaya atau hazard symbol dari masing-masing bahan kimia B3, dimana kita sering berhubungan dengannya, menjadi syarat utama yang harus dipenuhi sebelumnya. Ini semua demi keselamatan dan kesehatan kita juga.

Thursday, February 21, 2008

Hidrogen Peroksida Menjaga Tubuh Tetap Sehat

Bulan Januari yang lalu para peneliti Amerika Serikat telah berhasil mengungkapkan mekanisme tubuh manusia dalam menjaga kondisinya agar tetap sehat.

Dalam laporan yang dipublikasikan di Journal of Nature, para peneliti yang berasal dari Forest University School of Medicine, menjelaskan bahwa hidrogen peroksida di produksi dalam jumlah besar ketika sistem imune tubuh merespon keberadaan bakteri.

Jumlah hidrogen peroksida yang diproduksi dikendalikan oleh suatu molekul yang disebut dengan peroxiredoxin (Prx). Pada saat jumlah hidrogen peroksida telah mencapai jumlah tertentu, peroxiredoxin akan mengirimkan sensor kepada sel agar mengurangi jumlah produksi hidrogen peroksidanya.

Bila bakteri telah musnah dan tubuh kembali sehat, kadar peroxiredoxin akan kembali pada level normalnya.

Seperti dikutip dari
www.upi.com

Friday, January 25, 2008

Hidrogen Peroksida, Antibakteri Dalam Madu

Produk-produk perawatan kecantikan dan kesehatan terbaru banyak menggunakan madu sebagai zat aktif di dalamnya.

Salah satunya adalah sebagaimana terdapat dalam obat perawatan luka. Madu bukan saja dapat menyembuhkan luka infeksi dengan lebih cepat, bahkan madu dapat mencegah terjadinya infeksi pada luka, yang disebabkan oleh bakteri.

Kekuatan antibakteri pada madu ternyata disebabkan oleh hidrogen peroksida yang terdapat di dalamnya. Hidrogen peroksida dalam madu, dihasilkan oleh aktifitas enzim.

Sebagaiman diketahui hidrogen peroksida adalah salah satu zat antibakteri yang telah banyak digunakan dalam dunia kesehatan.

Sumber:
www.sbwire.com

Tuesday, January 08, 2008

Penyakit Parkinson dan Teh Hijau

Penemuan terbaru tentang khasiat teh hijau, telah membuka harapan baru bagi para penderita penyakit Parkinson di dunia, dalam upaya mencegah penurunan kondisi fungsi syaraf atau neuro-degenerative akibat penyakit tersebut.

Polyphenols, anti oksidan, yang terkandung dalam teh hijau ternyata mampu mencegah kerusakan sel-sel syaraf pada otak, yang berperan penting dalam pembentukan dopamine-zat kimia yang bertanggung jawab dalam mengirimkan pesan dari otak dalam mengkoordinasikan gerakan anggota tubuh (seperti berjalan, makan atau berbicara).

Para peneliti menggunakan campuran polyphenols yang terdapat dalam daun teh hijau dalam melakukan penelitian ini, yaitu 50% epigalocatechin gallate (EGCG), 22% epigalocatechin (EGC), 18% epicatechin gallate (ECG) dan 10% epicatechin (EC). Campuran anti oksidan tersebut ternyata mampu melawan zat-zat kimia perusak sel seperti neurotoxin 6-hydroxydopamine (6-OHDA), reactive oxygen species (ROS) dan nitric oxide (NO).

Demikian seperti dikutip dari easier.com.