Showing posts with label K3. Show all posts
Showing posts with label K3. Show all posts

Thursday, April 16, 2009

Tanda Bahaya dan Poster K3

Pemasangan tanda bahaya dan poster K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan, baik di tempat kerja, rumah atau ruang publik seperti stasiun kereta api, rumah sakit atau sekolah.

Tentu setiap tempat memiliki potensi bahaya yang berbeda-beda. Ada yang berpotensi bahaya karena keberadaan bahan kimia, temperatur tinggi, bertekanan, kondisi jalan yang licin, tegangan listrik yang tinggi dan lain-lain. Setiap kondisi tersebut tentu memerlukan tanda bahaya atau poster K3 yang spesifik atau khusus.

Nah bagi kita yang memerlukan tanda bahaya dan poster K3, kita tidak perlu repot lagi untuk mendesainnya sendiri. Karena kini
www.online-sign.com menyediakannya free of charge alias gratis. Di sana kita bisa mendapatkan tanda bahaya dan poster K3 untuk digunakan pada sektor industri, transportasi, ruang public dan lain-lain.

Semua tanda bahaya atau poster K3 siap cetak dan berformat PDF. Namun bila anda hendak melakukan modifikasi atau editing anda bisa mengubah file tersebut menjadi word. Untuk mengubah file PDF menjadi word dokumen, anda bisa membaca caranya pada postingan saya sebelumnya, yaitu Mengubah File PDF Ke Word dan Booklet.

Silahkan kunjungi online-sign.com
untuk mendapatkan poster K3.

Tuesday, January 27, 2009

Bahaya Kimia Di Industri

Fakta mengenai potensi bahaya yang bersumber dari bahan kimia di dunia industri memang tak terbantahkan. Karena hampir dapat dipastikan setiap jenis industri kimia mempergunakan bahan kimia berbahaya, baik yang berupa gas, cairan maupun padatan.

Tereksposnya tubuh oleh bahan kimia berbahaya bisa berakibat buruk baik terhadap keselamatan maupun terganggunya kesehatan seseorang. Orang yang terkena langsung dengan cairan hidrogen peroksida misalnya, kulitnya akan mengalami oksidasi, berubah warnanya menjadi putih disertai dengan rasa perih dan gatal.

Bahkan pada industri kimia yang menggunakan gas karbon monoksida (CO), potensi bahayanya bisa lebih fatal, yaitu menyebabkan kematian bila sampai menghirup gas karbon monoksida dengan konsentrasi tertentu.

Sedangkan orang yang terus-menerus dalam kurun waktu yang cukup lama menghirup uap pelarut organik tertentu seperti benzene misalnya, akan cenderung memiliki gangguan pada organ ginjalnya. Bahkan mungkin anggota organ dalam tubuh lainnya pun akan mengalami gangguan pula.

Informasi tentang potensi bahaya bahan kimia, baik terhadap keselamatan maupun kesehatan, dapat kita dapatkan dari lembar keselamatan bahan atau MSDS (Material Safety Data Sheet).

Dalam MSDS juga dijelaskan bagaimana menghindari bahaya berkenaan dengan bahan kimia yang dimaksud. Termasuk pula di dalamnya jenis alat keselamatan kerja yang harus dikenakan pada saat kita sedang menangani bahan kimia tersebut. Pemakaian alat keselamatan di tempat kerja (tugas) merupakan upaya menghindari tereksposnya tubuh oleh bahaya kimia.

Sunday, January 04, 2009

Keracunan Gas Karbon Monoksida (CO)



Beberapa kasus keracunan gas karbon monoksida atau carbon monoxide (CO) yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mencari informasi lebih detail mengapa gas karbon monoksida dapat menyebabkan kematian bila terhirup dalam jumlah tertentu. Harapannya, kita bisa menghindarinya tentu.

Sebut saja satu kasus di tahun 2008 yang lalu. Beberapa orang ulama wafat di dalam mobil yang mereka tumpangi ketika mereka menunggu di dalam mobil dengan AC tetap hidup (Pikiran Rakyat, Bandung).

Dilihat dari sifat fisikanya, gas karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Gas CO utamanya dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari minyak tanah, bensin, solar, batu bara, LPG atau kayu. Pembakaran tidak sempurna memang sangat mungkin terjadi. Secara teoritis ini terjadi salah satunya adalah karena kekurangan gas oksigen (udara) untuk proses pembakarannya.

Di rumah bisa kita jumpai sumber gas CO, diantaranya kompor minyak tanah, kompor gas, pemanas air, perapian, pemanas ruangan dan kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor (mobil) adalah penyebab utama terjadinya keracunan gas karbon monoksida.

Keracunan Gas Carbon Monoksida

Lalu mengapa keracunan gas karbon monoksida dapat menyebabkan kematian? Ketika gas karbon monoksida terhirup, ia masuk ke paru-paru lalu masuk ke dalam molekul hemoglobin dalam sel darah merah. Karbon monoksida terikat pada hemoglobin dan memiliki kecenderungan yang sama dengan oksigen.Lalu terbentuklah carboxy hemoglobin.

Carboxy hemoglobin menghambat masuknya oksigen ke dalam molekul hemoglobin dan menghambat kemampuan penukaran gas dari sel darah merah. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen yang menyebabkan kerusakan jaringan dan kematian.

Menghindari Keracunan Gas Karbon Monoksida

Karena sifatnya yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna, sangat sulit untuk mengenali munculnya gas karbon monoksida di sekitar kita. Gejala yang muncul ketika terjadi keracunan gas karbon monoksida pada konsentrasi rendah umumnya adalah serupa dengan gejala flu, seperti kepala pusing, pernafasan yang terganggu dan sedikit rasa mual. Bila gejala tersebut muncul secara tiba-tiba dan terdapat sumber gas karbon monoksida di dekat kita, segeralah cari udara segar atau keluar dari ruangan.

Akan tetapi dari kasus kematian akibat keracunan gas karbon monoksida orang umumnya tidak sadar akan gejala ini. Yang paling tepat adalah dengan memasang detektor karbon monoksida. Detektor akan mendeteksi keberadaan gas karbon monoksida pada tingkat tertentu dalam sebuah ruangan atau kendaraan dan memberi peringatan berupa suara alarm kepada kita.

Namun sampai saat ini, detektor karbon monoksida belum begitu populer di Negara kita. Padahal harga detektor karbon monoksida tidak termasuk mahal. Dari beberapa situs yang saya kunjungi, detektor karbon monoksida ditawarkan mulai harga $2.9 atau sekitar Rp. 30,000. Anda bisa mengecek harganya di sini.

Nah, bagi anda yang ingin mempelajari lebih jauh mengenai gas karbon monoksida, saya sarankan untuk membaca MSDS-nya. Anda bisa mencarinya di MSDS page.

Thursday, September 25, 2008

Lembar Keselamatan Bahan: Freon

Freon dikenal sebagai cairan pendingin yang digunakan pada AC maupun mesin pendingin lainnya, seperti kulkas atau chiller.

Tidak banyak dari kita yang tahu potensi bahaya yang terdapat pada Freon. Padahal pada saat kita mempunyai AC atau lemari es di rumah, kita harus tahu apa bahaya Freon, minimal bagi kesehatan dan keselamatan kita. Syukur-syukur sih kita tahu juga dampak negatifnya bagi lingkungan (bumi).

Nah, berikut ini adalah beberapa lembar keselamatan bahan untuk beberapa jenis Freon yang umum digunakan di masyarakat kita. Anda dapat mendowloadnya langsung.

Semoga bermanfaat.

Monday, September 15, 2008

Kenali Sifat Bahan Kimia Lewat MSDS

Ada seorang teman yang bertanya “Apa yang harus kita lakukan bila gas LPG di rumah bocor?” Saya katakan kepada teman saya tersebut “Berlindunglah di tempat yang lebih tinggi, karena gas LPG cenderung ada di bawah permukaan. Ini disebabkan oleh karena density (berat jenis) gas LPG jauh lebih besar dari udara. Satu hal lagi, hindari timbulnya percikan api dari sumber apapun.”

Apa yang saya utarakan di atas, sebenarnya seluruhnya bersumber dari MSDS-nya gas LPG. MSDS? Ya, MSDS (Material Safety Data Sheet) atau Lembar Keselamatan Bahan menjelaskan dan menghimpun informasi lengkap mengenai suatu bahan kimia, diantaranya mengenai sifat dan cara penanganannya.

Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai MSDS, dengan membaca MSDS kita akan tahu dengan pasti sifat-sifat bahan kimia yang kita hadapi. Apa yang harus kita lakukan ketika terjadi kecelakaan atau kebakaran yang melibatkan bahan kimia tersebut. Dan tentu informasi lainnya yang berkaitan dengan penanganan bahan kimia yang dimaksud.

Oleh sebab itu, bacalah terlebih dahulu MSDS sebelum menggunakan atau menyimpan bahan kimia di rumah kita. Kenali dengan cermat sifat-sifat kimia dan fisikanya. Untuk apa? Agar kita bisa aman ketika menggunakan dan menyimpannya.

Lalu dari mana MSDS bisa kita dapatkan? Seharusnya sih kita bisa dapatkan dari penjual di mana kita membelinya. Namun kalau pun tidak ada, kita bisa mendapatkannya dari sumber lain, internet misalnya.

Jadi, bacalah MSDS bahan kimia sebelum kita menggunakannya, agar kita tahu dengan pasti sifat-sifatnya. Sehingga kita bisa dengan aman menggunakannya, tanpa diselimuti oleh rasa takut.

Sunday, March 23, 2008

Makna Tanda Bahaya atau Hazard Symbol Bahan Kimia

Bagi mereka yang kerap berhubungan bahan kimia berbahaya dan beracun atau B3, memahami dengan benar makna label tanda bahaya atau hazard symbol yang terdapat pada kemasannya merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Bahan kimia B3 bukan saja menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan dan keselamatan manusia, akan tetapi juga lingkungan dan harta benda. Bahkan potensi bahayanya bisa sampai puluhan tahun atau jangka panjang.

Setiap bahan kimia B3 memiliki potensi bahaya yang berbeda-beda, sesuai dengan sifat dan karakteristiknya. Sehingga tanda bahaya yang sesuai untuk setiap bahan kimia B3 akan berbeda pula. Informasi menyeluruh tentangnya bisa kita dapatkan dari lembar keselamatan bahan atau MSDS (Material Safety Data Sheet).

Diantara tanda bahaya bahan kimia B3 yang umumnya kita jumpai antara lain beracun, mudah terbakar, korosif, mudah meledak dan lain-lain. Secara khusus masing-masing makna potensi bahaya tadi diwakili oleh sebuah tanda bahaya atau hazard symbol.

Sebagai contoh, tanda bahaya untuk bahan kimia B3 yang bersifat racun diberi label tengkorak berwarna kuning, seperti diperlihatkan oleh gambar di atas. Nah, selengkapnya mengenai tanda bahaya beserta maknanya bisa kita dapatkan diantaranya melalui situs wikipedia.org, labelsoureonline.co.uk, osha.gov atau ab.ust.hk.

Pemahaman yang benar tentang tanda bahaya atau hazard symbol dari masing-masing bahan kimia B3, dimana kita sering berhubungan dengannya, menjadi syarat utama yang harus dipenuhi sebelumnya. Ini semua demi keselamatan dan kesehatan kita juga.