Showing posts with label Mobil. Show all posts
Showing posts with label Mobil. Show all posts

Saturday, October 22, 2011

Moto Safety Pada Nomor Kendaraan

Apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah negara bagian Victoria, Australia, patut menjadi contoh bagi pihak kepolisian Indonesia. Pada awal tahun depan pemerintah Victoria akan memanfaatkan plat nomor kendaraan sebagai tempat untuk menampilkan moto safety atau moto K3.

Rencana ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah orang luka dan meninggal akibat kecelakaan di jalan raya. Menurut catatan pemerintah negara bagian Victoria, bahwa sampai dengan periode Oktober 2011 sebanyak 218 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya.

Ide ini memang kebilang sederhana. Akan tetapi, moto safety (safety slogans and quotes) atau keselamatan berkendara di jalan raya yang tertera pada plat nomor kendaraan akan terus mengingatkan sang pengendara ketika melihat plat nomor mobil sendiri atau melihat mobil orang lain.

Hal ini tentu merupakan media komunikasi safety atau keselamatan yang efektif, yang pada akhirnya akan ikut mempengaruhi alam bawah sadar pengemudi mobil untuk selalu mengutamakan keselamatan pada saat berkendaraan. (theage.com.au)

Thursday, October 29, 2009

Mobil Berbahan Bakar Hidrogen Peroksida (H2O2)

Belum lama ini di Tampa, Amerika Serikat, diselenggarakan perlombaan mobil berbahan bakar hidrogen peroksida atau H2O2. Mungkin berita ini relatif baru bagi kita. Namun, perlu diketahui bahwa reaksi dekomposisi hidrogen peroksida menghasilkan energi yang cukup besar, apalagi dengan bantuan katalis tertentu. Dan energi reaksi ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan mobil. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

H2O2 --> H2O + O2 + Energi

Energi yang dihasilkan cukup besar, dengan biaya yang diperlukan relatif kecil. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa mobil berbahan bakar hidrogen peroksida menarik. Selain itu, suara yang dihasilkannya pun unik.

Proses yang terjadi di dalam mesin sendiri adalah sebagai berikut. Hidrogen peroksida dialirkan ke dalam ruang bakar, di mana di dalamnya terdapat saringan yang terbuat dari perak atau platina, yang berfungsi sebagai katalis. Pada saat terjadi kontak, H2O2 terdekomposisi dan menghasilkan energi yang cukup besar untuk menggerakan mobil.

Dan satu lagi kelebihan mobil berbahan bakar hidrogen peroksida ini adalah bebas polusi. Tidak ada karbon monoksida (CO), oksida nitrogen (NOx), oksida belerang atau timbal (Pb) yang dikeluarkan. Yang ada hanyalah oksigen dan air. Benar-benar ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Mudah-mudah saja mobil seperti ini bisa diproduksi secara komersial, sehingga bisa mengurangi dampak pemanasan global. (cardomain.com)

Saturday, September 05, 2009

Ban Masa Depan, Ban Kendaraan Berbahan Kayu


Tidak lama lagi, para pemilik kendaraan di seluruh dunia akan merasakan bagaimana berkendara di atas ban kendaraan berbahan baku serat kayu. Ban tersebut nantinya akan lebih murah, performa lebih baik, tahan panas dan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar.

Baru-baru ini para peneliti dari Oregon State University berhasil menemukan bahwa kristal mikro selulosa berpotensi menggantikan penggunaan sebagian silika sebagai reinforcing filler, pada proses pembuatan ban kendaraan. Pada penelitian tersebut, penggunaan selulosanya mencapai 12%.

Kristal mikro selulosa dapat dengan mudah dibuat dari hampir setiap jenis tumbuhan. Selama ini, serat selulosa hanya dipergunakan sebagai penguat pada produk-produk karet seperti sabuk pengaman, selang dan bahan isolasi. Sebagai bahan penguat ban, biasanya digunakan carbon black dan silika. Carbon black dan silika sifatnya sangat keras, sehingga mengurangi efisiensi bahan bakar kendaraan.

Sedangkan kristal mikro selulosa, diproduksi dari bahan yang terbarukan, jauh lebih murah, ringan dan mudah didapat. Kristal mikro selulosa dihasilkan dengan proses hidrolisa asam, dengan biaya produksi yang relatif lebih murah. (eurekaalert)

Friday, July 25, 2008

Cara Gampang Agar Mobil Tidak Mogok

Karena dititipi mobil dinas dari kantor, maka mobil pribadi milik kami pun sudah seminggu tidak digunakan. Paling kalau pagi hari hanya dipanaskan sebelum saya berangkat kerja.

Namun, seminggu kemudian ketika hendak digunakan, mobil tidak mau hidup alias mogok! Usut punya usut ternyata kabel aki tidak dicopot. Hari ini, kejadian itu sudah berlalu dua tahun yang lalu.

Teringat kejadian di atas, minggu yang lalu saya membaca rubrik Klasika di koran Kompas. Artikel yang saya baca berjudul ‘Merawat Mobil Yang Jarang Dipakai’. Di situ disarankan agar aki mobil awet, hendaknya lepas kedua kabel yang terpasang di aki. Dengan begitu mobil tidak perlu dipanaskan walaupun tidak digunakan untuk beberapa hari.

Dan lagi kebiasaan memanaskan mobil, apalagi sering dan lama, bukan cuma buang-buang uang tapi juga mencemari udara. Bahkan kalau kita melakukannya di garasi dengan knalpot mengarah ke dalam rumah, boleh jadi malah keluarga kita yang dipaksa menghirup udara kotor yang berbahaya.

Jadi terbuktikan, ternyata memang cara ini mudah dan hemat.