Showing posts with label Industri. Show all posts
Showing posts with label Industri. Show all posts

Tuesday, October 01, 2013

Kumpulan Majalah Teknik Kimia



Bagi anda yang sedang mengambil studi Teknik Kimia atau bekerja di dunia industri kimia, tentu sudah tidak asing lagi menggunakan majalah teknik kimia sebagai sumber referensi. Dengan berbagai informasi terbaru, majalah teknik kimia memang menghadirkan kelebihan dibandingkan dengan textbook.

Tapi tentu saja kita tidak bisa membandingkan keduanya. Hanya saja, majalah teknik kimia bisa memberikan informasi tambahan dan terbaru tentang suatu topik dalam teknik kimia maupun industri kimia secara umum.

Namun, tentu saja bagi anda yang masih menjalani studi, mendapatkan majalah teknik kimia yang versi berbayar bukan merupakan pilihan utama. Bisa dibayangkan bila harus berlangganan secara reguler, berapa biaya yang anda harus keluarkan setiap bulannya. Ditambah lagi, majalah teknik kimia jumlahnya tidak hanya satu.

Kumpulan Majalah Teknik Kimia Free Version Sebagai Solusi

Dalam postingan kali ini, saya akan memberikan solusi bagi anda. Anda bisa berlangganan majalah teknik kimia secara gratis tanpa perlu membayar biaya langganan bulanan.

Kumpulan majalah teknik kimia di bawah ini bisa anda pilih untuk berlangganan atau bahkan seluruhnya. Karena semua majalah teknik kimia tersebut bisa menerima pelanggan dari Indonesia.

Yang anda perlukan adalah sebuah alamat email yang valid, yang akan anda gunakan pada saat mendaftar. Verifikasi dan konfirmasi akan menggunakan alamat email yang sama.










Untuk mengakses kumpulan majalah teknik kimia secara lengkap anda bisa mengaksesnya di sini. Atau anda bisa mengunjungi blog Chemical Engineering Magazine.

Yang Harus Anda Perhatikan

Secara garis besar ada dua jenis bentuk terbitan dari setiap majalah teknik kimia yang tersedia. Edisi printed dan digital. 

Kalau menurut saya sih, mana saja yang disediakan oleh publisher sudah cukup memadai. Yang terpenting adalah konten di dalamnya.

Yang harus anda perhatikan adalah alamat anda sewaktu mendaftar. Berikan alamat sejelas mungkin, karena ini akan mempermudah pengiriman. Dan yang kedua, saya ingatkan kembali untuk memastikan bahwa alamat email yang anda gunakan pada saat mendaftar masih valid dan dapat anda akses.

Terakhir , tentu saja saya sarankan agar anda sebisa mungkin memberikan informasi yang lengkap pada saat mendaftar. Ini sangat penting. Kenapa? Karena ini akan menentukan apakah anda layak menerima berlangganan majalah teknik kimia tersebut atau tidak.

Semoga bermanfaat.

Friday, April 02, 2010

Sumber Informasi and Tutorial Seputar Industri Kimia

Perkembangan industri kimia di Indonesia terbilang sangat cepat. Hal ini memaksa para pelaku industri kimia harus selalu mendapatkan informasi berkaitan dengan perkembangan industri kimia dalam tempo cepat. Kendala sumber informasi yang tersebar mengharuskan pelaku industri meluangkan waktu lebih banyak untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.

IndustriKimia.com adalah sebuah blog pertama di Indonesia, yang menawarkan info dan tutorial seputar industri kimia di Indonesia dan dunia. Info yang ditampilkan selalu update, padat dan diperoleh dari sumber terpercaya.

Selain itu, bagi para mahasiswa dan mereka yang baru terjun di dunia industri kimia tentu memerlukan referensi dan tutorial yang berkaitan dengan operasional pabrik kimia. Mulai dari sisi produksi, safety atau K3, lingkungan sampai peraturan dan perundangan yang berkaitan dengan industri kimia.

IndustriKimia.com dibangun dengan harapan dapat menjadi media pembelajaran alternatif, bagi mereka yang memang berkecimpung di industri kimia serta bagi para mahasiswa yang akan segera memasuki dunia kerja.

Kini, anda bisa menghemat waktu ketika memerlukan info dan tutorial seputar industri kimia di internet. Tinggal kunjungi http://industrikimia.com, sebuah blog industri kimia pertama di Indonesia.

Monday, November 23, 2009

Kegunaan Gas Hidrogen


Kegunaan gas hidrogen, dengan rumus molekul H2, hampir semua orang mengetahuinya. Yang paling kita kenal adalah bahwa gas hidrogen biasa digunakan sebagai gas pengisi balon, supaya balon bisa terbang. Kenapa bisa terbang, ya? Itu karena berat jenis hidrogen lebih rendah dari udara. Tapi apa cuma itu kegunaan gas hidrogen?

Gas hidrogen pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Henry Cavendish pada tahun 1766. Hidrogen merupakan gas paling ringan di dunia. Di alam, gas hidrogen dapat ditemukan di lapisan atmosfir dalam jumlah yang sangat kecil. Sedangkan dalam skala industri, hidrogen dapat diproduksi dari senyawa hidrokarbon dan air.

Lalu apa ya kegunaan lain gas hidrogen? Ayo mari kita simak beberapa kegunaan lain dari hidrogen bagi manusia.

Bidang energi: merupakan sumber energi bersih, karena tidak meninggalkan residu atau emisi gas berbahaya, yang dihasilkan hanya air. Digunakan pula sebagai bahan baker roket.

Industri makanan dan minuman: digunakan dalam proses hidrogenasi amines dan fatty acids.

Laboratorium: H2 digunakan sebagai carrier gas pada gas chromathography dan alat-alat analisis lab yang lain.

Polimer: H2 digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastic, polyester dan nylon.

Industri kimia: H2 gas merupakan bahan baku pembuatan H2O2 atau hidrogen peroksida.

Industri pupuk: hidrogen merupakan bahan baku pembuatan amonia (NH3).

Industri oil and gas: digunakan pada proses desulfurisasi minyak bakar dan bensin.

Industri gelas: hidrogen digunakan pada proses heat treatment hollow glass (oxy-hydrogen flame) dan fiber optic.

Sunday, November 01, 2009

Cairan Mudah Terbakar

Anda mungkin sering mendengar mengenai cairan mudah terbakar. Apalagi, berita kebakaran yang marak belakangan ini. Cairan (bahan) mudah terbakar biasanya menjadi faktor yang menyebabkan kebakaran menjadi tidak terkendali.

Sebenarnya apa sih yang menjadi kriteria suatu cairan bisa digolongkan ke dalam bahan mudah terbakar? Suatu cairan dapat disebut mudah terbakar atau flammable itu dilihat dari sisi flash point dan boiling point.

Flash point atau titik nyala adalah temperatur terendah di mana cairan mudah terbakar tersebut dapat menghasilkan cukup uap untuk terbakar. Sedangkan boiling point atau titik didih didefinisikan sebagai temperatur di mana cairan berubah menjadi fasa uap pada tekanan tertentu.

Cairan mudah terbakar diklasifikasikan menjadi beberapa kelas, yaitu:
Class IA: meliputi cairan yang mempunyai titik nyala di bawah 22.8oC dan titik didih di bawah 37.8oC.
Class IB: meliputi cairan yang mempunyai titik nyala di bawah 22.8oC dan titik didih 37.8oC atau lebih.
Class IC: meliputi cairan yang mempunyai titik nyala pada 22.8oC atau lebih, tapi kurang dari 37.8oC.

Sedangkan cairan dapat terbakar atau biasa disebut combustible liquids, diklasifikasikan sebagai berikut:
Class II: meliputi cairan dengan titik nyala pada 37.8oC atau lebih, tapi masih di bawah 60oC.
Class IIIA: meliputi cairan dengan titik nyala pada 37.8oC atau lebih, tapi masih di bawah 93oC.
Class IIIB: meliputi cairan dengan titik nyala pada 93oC atau lebih.

Informasi mengenai jenis cairan yang mudah terbakar dapat dilihat di Lembar Keselamatan Bahan atau Material Safety Data Sheet (MSDS).

Thursday, June 11, 2009

Sekilas Tentang Pengelolaan Limbah Kimia di Industri

Industri kimia merupakan salah satu penghasil limbah bahan berbahaya dan beracun atau limbah B3. Bahkan merupakan salah satu penghasil terbesar bila dibandingkan dengan sumber-sumber lain.

Bahan kimia B3 di industri biasanya digunakan sebagai bahan baku, bahan penolong atau reagen untuk analisa di laboratorium. Sebagai contoh, asam klorida digunakan sebagai bahan baku pada industri plastik. Sedangkan katalis nikel digunakan sebagai katalisator pada industri pupuk urea.

Limbah bahan kimia yang dihasilkan dari industri dapat dikelompokkan menjadi limbah padat dan limbah cair. Termasuk di dalamnya adalah kemasan dan material lain yang terkontaminasi bahan kimia B3 tersebut, dikelompokkan juga ke dalam limbah B3.

Di Indonesia, pemerintah melalui Departemen Lingkungan Hidup telah menetapkan aturan yang jelas mengenai penyimpanan, pengangkutan dan pengolahan limbah B3 di Industri. Salah satu peraturan yang mengatur masalah limbah B3 ini adalah Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep-01/Bapedal/09/1995, yaitu tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Pengaturan tata cara penyimpanan dan lamanya penyimpanan yang diatur diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. menyediakan tempat khusus limbah B3, yang terpisah dari tempat penyimpanan bahan dan limbah lainnya. Desain dan rancang bangun tempat penyimpanan diatur. Tempat penyimpanan limbah B3 harus mendapat persetujuan dari pihak terkait.

  2. menyimpan semua limbah B3 sesuai dengan jenis dan karakteristiknya, dan ditempatkan pada tempat yang sudah ditentukan.

  3. menghindari tumpahan dan ceceran dari limbah B3, khususnya yang bersifat mudah terbakar atau meledak. Prosedur house keeping yang baik harus dilaksanakan.

  4. mencatat setiap terjadi perpindahan limbah B3, yang masuk dan keluar tempat penyimpanan sesuai jenis dan jumlahnya ke dalam lembar neraca limbah B3.

  5. limbah yang disimpan tidak boleh melebihi jangka waktu 90 hari, sehingga limbah yang disimpan wajib diupayakan, yaitu:
    a. langsung diangkut oleh perusahaan pengumpul yang berizin ke tempat pengolahan.
    b. dilakukan upaya 3R atau reuse, recycle dan recycle untuk keperluan sendiri, sesuai sifat dan karakteristik limbah tersebut, dengan mengacu pada peraturan yang berlaku.
    c. dimanfaatkan oleh pihak lain (yang berizin) sebagai bahan baku dan pendukung kegiatan industri tertentu.

  6. pemasangan label dan simbol limbah B3 harus sesuai dengan jenis dan sifat limbah B3.

  7. menyediakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sesuai, termasuk pemadam kebakaran.

  8. tidak diperkenankan menerima atau menyimpan limbah B3 dari pihak lain.

Upaya terbaik dalam pengelolaan limbah kimia B3 tentu adalah dengan mengurangi dari sumbernya. Artinya pihak industri harus melakukan waste prevention, waste elimination, waste reduction atau material replacement bahan kimia B3 yang digunakan dengan bahan kimia tidak berbahaya atau yang tingkat bahayanya lebih rendah.

Sebagai rujukan utama pengelolaan limbah kimia B3 selain peraturan yang dikeluarkan pemerintah, adalah Lembar Keselamatan Bahan atau MSDS. Di dalam MSDS dijelaskan tata cara pengelolaan limbah kimia tersebut.

Wednesday, March 18, 2009

Info Singkat Industri Etil Asetat (CH3COOC2H5)

Etil asetat, yang juga dikenal dengan nama acetic ether, adalah pelarut yang banyak digunakan pada industri cat, thinner, tinta, plastik, farmasi dan industri kimia organik. Etil asetat adalah cairan bening yang tidak berwarna dan berbau khas.

Pada skala industri, etil asetat diproduksi dari reaksi esterifikasi antara asam asetat (CH3COOH) dan etanol (C2H5OH), dengan bantuan katalis dalam suasana asam (H2SO4) dan mengikuti reaksi berikut:

C2H5OH + CH3COOH --> CH3COOCH2CH3 + H2O

Selain melalui reaksi di atas, etil asetat juga diproduksi secara komersil melalui reaksi antara etilen dan asam asetat. Namun, dari sisi keekonomian, etil asetat dari etanol dan asam asetat lebih kompetitif.

Saat ini etil asetat di Indonesia diproduksi oleh dua perusahaan, yaitu PT. Indo Acidatama Tbk dan PT. Showa Esterindo Indonesia, dengan jumlah total produksi sebesar 62.500 ton per tahun. (CIC)

Monday, March 02, 2009

Kalsium Karbonat, Bahan Kimia Buat Apa Ya?

Bagi kita yang sering melalui jalur Padalarang-Bandung Jawa Barat tentu sering melihat begitu banyak tungku-tungku berukuran raksasa yang berjejeran di tepi jalan. Agak jauh dari tungku-tungku tersebut tampak lalu lalang truk-truk mengangkut batu-batu kapur berukuran besar. Truk-truk tersebut membawa batu kapur yang diangkutnya ke tungku-tungku raksasa di sekitarnya.

Proses Pembuatan Kalsium Karbonat

Tapi apa ya hubungan antara tungku-tungku raksasa tersebut dengan batu kapur? Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar bahan kimia dengan nama kalsium karbonat dengan rumus kimia CaCO3. Nah di tungku-tungku itulah terjadi salah satu proses pembuatan kalsium karbonat secara komersil atau skala industri.

Batu kapur memang merupakan sumber utama kalsium karbonat. Di pasaran, kalsium karbonat dijual dalam dua jenis yang berbeda.Yang membedakan kedua jenis produk tersebut terletak pada tingkat kemurnian produk kalsium karbonat di dalamnya. Kedua jenis produk kalsium karbonat atau CaCO3 yang dimaksud adalah heavy and light types.

Kalsium karbonat heavy type diproduksi dengan cara menghancurkan batu kapur hasil penambangan menjadi powder halus, lalu disaring sampai diperoleh ukuran powder yang diinginkan. Selanjutnya tepung kalsium karbonat hasil penyaringan disimpan dalam silo-silo atau tempat penyimpanan yang berukuran besar sebelum dikemas.

Sedangkan kalsium karbonat light type diperoleh setelah melalui proses produksi yang agak rumit, dibandingkan dengan heavy type. Pertama-tama batu kapur dibakar dalam tungku berukuran raksasa, untuk mengubah CaCO3 menjadi CaO (oksida kalsium) dan gas karbon dioksida atau CO2.

CaCO3 --> CaO + CO2

Proses selanjutnya, CaO yang terbentuk kemudian dicampur dengan air dan diaduk. Maka terbentuklah senyawa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2. Kalsium hidroksida yang telah terbentuk kemudian disaring untuk memisahkan senyawa-senyawa pengotor.

CaO + H2O --> Ca(OH)2

Ca(OH)2 yang telah disaring kemudian direaksikan dengan CO2 untuk membentuk CaCO3 dan air, seperti ditunjukkan oleh persamaan reaksi berikut:

Ca(OH)2 + CO2 --> CaCO3 + H2O

Endapan CaCO3 hasil reaksi di atas kemudian di saring dan dikeringkan. Selanjutnya Kalsium hidroksida dihaluskan menjadi powder CaCO3.

Penggunaan Kalsium Karbonat di Industri

Banyak industri yang telah memanfaatkan kalsium kabronat. Industri yang menggunakan kalsium karbonat antara lain:
1. Industri pulp dan Kertas
2. Industri ban mobil dan motor
3. Industri Cat
4. Industri pembuatan pipa PVC, dan
5. Industri pembuatan pasta gigi.

Saat ini ada sekitar 7 perusahaan yang memproduksi kalsium karbonat di Indonesia. Salah satunya adalah PT Indonesia Kalsium Karbonat Agung, yang terletak di Padalarang, Jawa Barat. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1977 dan merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi kalsium karbonat secara komersil. (CIC)