Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Saturday, February 06, 2010

Botol Plastik Lebih Ramah Lingkungan Dari Coca-Cola

Coca-Cola, perusahaan minuman ringan terkemuka asal Amerika Serikat, telah memperkenalkan bahan kemasan minuman terbaru, yang terbuat dari bagian tumbuhan. Botol Coca-Cola teranyar ini merupakan generasi pertama botol plastik ramah lingkungan.

Coca-Cola pertama kali memperkenalkan botol plastik terbarunya ini pada saat Climate Change Summit di Copenhagen, Denmark, bulan lalu. Dan akan kembali diperkenalkan bulan berikutnya, yaitu pada saat Olimpiade musim dingin di Vancouver, Kanada, dimana seluruh minuman bersoda dan air mineral akan dikemas dalam botol plastik terbarunya.

Botol plastik konvensional biasanya terbuat dari polyethylene terephthalate (PET), yang merupakan produk turunan dari minyak bumi, yang jumlahnya makin terbatas. Sedangkan botol plastik milik Coca-Cola berasal dari 70% produk minyak bumi dan 30% produk turunan dari tebu.

Proses produksi botol Coca-Cola terbaru tersebut adalah sebagai berikut. Pertama-tama batang tebu dihancurkan dan diperas untuk mengekstraksi gula yang ada di dalamnya. Gula selanjutnya di fermentasi dan didistilasi untuk memproduksi etanol. Melalui serangkaian proses, etanol diubah menjadi mono-ethylene glycol (MEG). Mono-ethylene glycol kemudian di campur dengan terephthalic acid untuk memproduksi plastik PET.

Coca-Cola dengan bantuan Imperial College London kemudian melakukan analisis dampak lingkungan antara botol plastik konvensional dan botol plastik terbaru dari Coca-Cola. Hasilnya menunjukkan bahwa botol plastik yang berasal dari campuran antara minyak bumi dan etanol meninggalkan limbah karbon lebih kecil 12%-19% dibandingkan dengan botol plastik konvensional. (wsj.com)

Sunday, January 10, 2010

Paper Strips Mendeteksi Racun Dalam Air Minum Dalam 12 Menit


Para insnyur di Universitas Michigan Amerika Serikat memimpin pengembangan biosensor terbaru. Strip kertas (paper strips), mampu mendeteksi microcystin-LR, senyawa yang dihasilkan oleh cyanobacteria atau alga hijau-biru. Cyanobacteria umumnya ditemukan di dalam badan air yang kaya bahan makanan.

Paper strips mampu mendeteksi microcystin 28 kali lebih cepat dibandingkan dengan metode analisa konvenional.

Microcystin-LR, meskipun dalam jumlah kecil, diduga dapat menyebabkan penyakit hati (liver).

Fasilitas pengolah air, terutama di negara berkembang, tidak akan dapat menghilangkan microcystin secara keseluruhan. Nah, alat baru yang mereka ciptakan ini dapat mendeteksi microcystin dengan cepat, murah dan mudah dibawa-bawa. Sehingga dapat digunakan secara periodik untuk mengontrol keamanan air minum.

Alat ini dapat mendeteksi senyawa racun dalam jangka waktu 12 menit. Dan dapat digunakan untuk mendeteksi senyawa toksik lainnya. (sciencedaily.com)

Thursday, October 29, 2009

Mobil Berbahan Bakar Hidrogen Peroksida (H2O2)

Belum lama ini di Tampa, Amerika Serikat, diselenggarakan perlombaan mobil berbahan bakar hidrogen peroksida atau H2O2. Mungkin berita ini relatif baru bagi kita. Namun, perlu diketahui bahwa reaksi dekomposisi hidrogen peroksida menghasilkan energi yang cukup besar, apalagi dengan bantuan katalis tertentu. Dan energi reaksi ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan mobil. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

H2O2 --> H2O + O2 + Energi

Energi yang dihasilkan cukup besar, dengan biaya yang diperlukan relatif kecil. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa mobil berbahan bakar hidrogen peroksida menarik. Selain itu, suara yang dihasilkannya pun unik.

Proses yang terjadi di dalam mesin sendiri adalah sebagai berikut. Hidrogen peroksida dialirkan ke dalam ruang bakar, di mana di dalamnya terdapat saringan yang terbuat dari perak atau platina, yang berfungsi sebagai katalis. Pada saat terjadi kontak, H2O2 terdekomposisi dan menghasilkan energi yang cukup besar untuk menggerakan mobil.

Dan satu lagi kelebihan mobil berbahan bakar hidrogen peroksida ini adalah bebas polusi. Tidak ada karbon monoksida (CO), oksida nitrogen (NOx), oksida belerang atau timbal (Pb) yang dikeluarkan. Yang ada hanyalah oksigen dan air. Benar-benar ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Mudah-mudah saja mobil seperti ini bisa diproduksi secara komersial, sehingga bisa mengurangi dampak pemanasan global. (cardomain.com)

Saturday, September 05, 2009

Ban Masa Depan, Ban Kendaraan Berbahan Kayu


Tidak lama lagi, para pemilik kendaraan di seluruh dunia akan merasakan bagaimana berkendara di atas ban kendaraan berbahan baku serat kayu. Ban tersebut nantinya akan lebih murah, performa lebih baik, tahan panas dan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar.

Baru-baru ini para peneliti dari Oregon State University berhasil menemukan bahwa kristal mikro selulosa berpotensi menggantikan penggunaan sebagian silika sebagai reinforcing filler, pada proses pembuatan ban kendaraan. Pada penelitian tersebut, penggunaan selulosanya mencapai 12%.

Kristal mikro selulosa dapat dengan mudah dibuat dari hampir setiap jenis tumbuhan. Selama ini, serat selulosa hanya dipergunakan sebagai penguat pada produk-produk karet seperti sabuk pengaman, selang dan bahan isolasi. Sebagai bahan penguat ban, biasanya digunakan carbon black dan silika. Carbon black dan silika sifatnya sangat keras, sehingga mengurangi efisiensi bahan bakar kendaraan.

Sedangkan kristal mikro selulosa, diproduksi dari bahan yang terbarukan, jauh lebih murah, ringan dan mudah didapat. Kristal mikro selulosa dihasilkan dengan proses hidrolisa asam, dengan biaya produksi yang relatif lebih murah. (eurekaalert)

Tuesday, June 17, 2008

Mengubah Selulosa Menjadi Gas Hidrogen

Dua peneliti dari Amerika Serikat, Profesor Bruce Logan dan Shaoan Cheng telah berhasil mengubah selulosa dan bahan organik yang biodegradable menjadi gas hidrogen.

Dalam penelitian ini kedua peneliti tersebut memanfaatkan bakteri yang berasal dari sel elektrolisis mikroba dengan bantuan asam asetat, yang merupakan hasil utama dari fermentasi glukosa atau selulosa.

Reaksi elektrolisis berlangsung dalam sebuah sel elektrolisis, dimana anodanya berbahan butiran-butiran grafit sedangkan katodanya berbahan dasar karbon dengan katalis palladium, yang dilengkapi dengan sebuah membran penukar ion.

Selanjutnya bakteri akan mengkonsumsi asam asetat, dimana pada saat yang bersamaan mengeluarkan elektron dan proton yang dapat menghasilkan tegangan sebesar 0.3 volt. Bila sebuah sumber listrik luar dengan tegangan lebih dari 0.2 volt dimasukkan ke dalam sel elektrolisis, maka larutan elektrolit di dalamnya akan mengeluarkan gas hidrogen.

Lewat percobaan ini energi yang dihasilkan sebesar 288% lebih besar daripada energi yang dimasukkan ke dalam sel elektrolisis ini. Energi sebesar ini dihasilkan dalam bentuk produksi gas hidrogen, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak.

Monday, May 12, 2008

Info Bahaya Kesehatan Bahan Kimia B3

Heboh penggunaan bahan kimia berbahaya (B3) secara bebas dalam makanan dan minuman telah mengkhawatirkan banyak pihak. Karena yang menjadi korban kebanyakan adalah anak-anak, yang notabene menjadi pihak paling rentan terhadap pengaruh buruk bahan kimia B3.

Kondisi ini diperparah lagi dengan terbatasnya akses terhadap informasi bahaya kesehatan menyangkut penggunaan bahan kimia berbahaya.

Sebagai contoh seberapa besar dosis bahan kimia B3 yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, tingkat paparan atau exposure level, tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gangguan kesehatan, adalah sederet informasi yang seharusnya diketahui dengan tepat.

Lalu di mana kita bisa memperoleh semua informasi tersebut secara cuma-cuma?

Adalah Departemen Kesehatan AS yang membuka akses secara bebas informasi bahaya kesehatan bahan kimia berbahaya. Semua informasi tersebut bisa kita akses melalui
http://www.atsdr.cdc.gov/toxfaq.html. Tinggal ketik bahan kimia B3 yang kita maksud (dalam bahasa Inggris), lalu dalam beberapa saat akan muncul informasi yang kita cari. Bahkan kita bisa mendownload juga file pdf-nya.

Selamat mencoba!


Buku referensi:
Perpustakaan Online

Tuesday, December 25, 2007

Bahan Bakar Biodisel Dari Lemak Ayam

Para peneliti dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat, baru-baru ini berhasil menemukan sebuah proses yang dapat mengubah lemak dan asam lemak rantai panjang dari ayam menjadi bahan bakar biodisel (biodiesel fuel).

Proses yang mereka temukan disebut dengan Supercritical Methanol. Melalui proses tersebut 90% lemak ayam mampu diubah menjadi biodisel.

Selama dalam proses Supercritical Methanol, lemak ayam dipanaskan pada tekanan tinggi sampai mencapai critical point-nya atau titik kritisnya, yaitu temperatur dan tekanan tertinggi dimana uap dan cairan suatu zat berada dalam kondisi kesetimbangan.

Selain itu, proses supercritical methanol tidak memerlukan katalis dalam proses konversi lemak ayam menjadi biodisel sehingga menjadi lebih kompetitif secara ekonomi.

Friday, November 16, 2007

Contoh Sukses Pengelolaan Sampah Domestik


Barangkali apa yang dilakukan oleh kelompok PKK di daerah kelurahan Tamansari, Bandung patut dijadikan contoh dalam hal pengelolaan sampah domestik.

Sejak enam bulan lalu, warga yang berada di daerah tersebut mulai giat melakukan pengelolaan sampah secara swadaya, melalui program pengurangan (reduce), peggunaan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Sebelumnya, sampah-sampah tersebut telah dipisahkan sesuai dengan klasifikasi organik, non-organik dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Program yang mereka lakukan ternyata dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, yaitu sampai dengan 60%. Jumlah pengurangan yang sangat besar.

Dari kegiatan pengelolaan tersebut, sampah organik mereka jadikan kompos, sebagai pupuk tanaman. Sampah non-organik, seperti plastik bekas kemasan kopi misalnya, mereka buat menjadi aneka ragam kerajinan tangan, mulai dari pot tanaman sampai tas.

Bukan hanya volume sampah saja ternyata hasil yang mereka dapatkan, akan tetapi dari kegiatan pengelolaan sampah secara swadaya ini mampu menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi para warganya. Sebagai contoh, hasil kerajinan tangan dari sampah plastik bekas kemasan mereka jual dengan harga antara Rp. 20,000 – Rp. 50,000 per buah.

Dikutip dari harian Pikiran Rakyat

Friday, October 05, 2007

‘SPBU’ Hidrogen

Bulan September yang lalu Kota Seoul di Korea Selatan untuk pertama kalinya berhasil mengoperasikan ‘SPBU’ atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar hidrogen.

Layaknya SPBU yang ada di Indonesia, stasiun pengisian hidrogen ini dipergunakan untuk melayani kebutuhan bahan bakar bagi kendaraan. Hidrogen sendiri merupakan salah satu sumber energi alternatif di samping bahan bakar minyak bumi.

Keberadaan SPBU hidrogen ini membawa Seoul ke dalam era baru penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar. Dan SPBU ini merupakan salah satu dari 80 stasiun pengisian hidrogen di seluruh dunia, yang ditujukan sebagai promosi pengembangan bahan bakar alternatif.

Di SPBU hidrogen, hidrogen diproduksi melalui reaksi antara naphtha dan air dengan bantuan katalis tertentu, dimana hidrogen hasil produksinya disimpan dalam sebuah bejana bertekanan tinggi. Dari bejana ini hidrogen siap untuk diisikan ke dalam kendaraan.

Dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya, untuk mencapai jarak 300 km, sebuah kendaraan hanya memerlukan 3.5 kilogram hidrogen. Begitu hemat! Dan yang lebih penting, bahan bakar ini bebas polusi. Ia hanya mengeluarkan uap air! Itu saja.

Pemerintah Korea Selatan sendiri rencananya akan membuka lagi 50 buah SPBU hidrogen di seluruh wilayah mereka, yang direncanakan akan terealisasi pada akhir tahun 2012.

Bagaimana pemerintah kita? Seharusnya pengembangan energi alternatif merupakan program strategis dari dahulu…kalau tidak ya…. mulai sekarang!

Semoga, kita hanya berharap.

Sumber:
www.chosun.com

Friday, September 28, 2007

Formalin, Zat Kimia Berbahaya Yang Kaya Manfaat


Heboh kasus ditemukannya formalin belakangan ini dalam bahan makanan membuat status formalin sebagai zat kimia berbahaya makin melekat saja dalam benak sebahagian besar masyakat kita.

Formalin atau formaldehyde yang memiliki rumus kimia CH2O, merupakan senyawa organik yang diproduksi dari reaksi oksidasi methanol dengan bantuan katalis tertentu.

Tapi benarkah formalin yang juga dikenal sebagai pengawet mayat cuma berbahaya dan tidak memiliki manfaat sama sekali bagi kita?

Ternyata banyak kemudahan dan kemajuan dalam kehidupan kita sekarang yang tidak lepas dari manfaat yang begitu besar dari formalin.

Formalin dikenal sebagai bahan baku pembuatan perekat (glue) yang memiliki daya rekat sangat kuat, sehingga banyak digunakan pada bahan bangunan seperti multiplek.

Di bidang kesehatan, formalin dalam konsentrasi rendah banyak digunakan sebagai disinfektan dan pengawet dalam vaksinasi.

Selain itu formalin juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai jenis tinta dan pengikat warna pada bahan tekstil sehingga warna pada pakaian menjadi tahan lama.

Ternyata dibalik keberbahayaannya, formalin memegang peranan penting juga dalam kehidupan kita. Makanya, cari tahu semua ada ilmunya…

Saturday, September 22, 2007

Fuel Cell Hidrogen Dari Metanol Sebagai Pensuplai Energi Listrik


Bulan Agustus yang lalu, sebuah tim peneliti dari The Stevens Institute of Technology mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil mengembangkan sebuah alat yang dapat mengubah metanol menjadi hidrogen secara efisien.

Pengembangan alat ini telah membuka jalan bagi pemanfaatan fuel cell sebagai pensuplai energi listrik pada alat-alat electronik portabel.

Dengan alat ini sebuah laptop akan mampu beroperasi hingga 50 jam, puluhan kali lebih tahan lama dibandingkan dengan batere laptop yang ada saat ini.

Selain itu, alat ini dapat pula diaplikasikan pada alat-alat elektronik portabel lainnya.

Friday, September 14, 2007

Refrigeran Ramah Lingkungan Siap Menggantikan Freon


Freon atau refrigeran R-22 banyak dipergunakan sebagai cairan pendingin pada AC (Air Conditioner) atau pendingin udara. Namun tahukah anda bahwa Freon merupakan salah satu bahan kimia yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon?

Badan Pengawas Lingkungan Amerika atau EPA menyebutkan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2010 Freon hanya boleh dipergunakan pada AC yang telah ada, bukan AC baru. Dan mulai tanggal 1 Januari 2020, produksi Freon secara resmi dilarang. Artinya AC yang masih menggunakan cairan pendingin Freon tidak akan dapat melakukan pengisian ulang apabila dibutuhkan.

Nah, bagi anda yang akan membeli AC baru atau mengganti AC yang sudah rusak sebaiknya memilih AC yang sudah menggunakan cairan pendingin atau refrigeran yang ramah lingkungan atau non-depleting ozone substance, seperti R-410A.

Selain ramah lingkungan, menggunakan AC dengan cairan pendingin seperti itu juga merupakan investasi jangka panjang, karena ketersediaan cairan pendingin untuk jangka waktu yang sangat lama.

Jadi, jangan lupa saat membeli AC baru, pastikan bahwa AC tersebut menggunakan cairan pendingin yang ramah lingkungan.

Wednesday, September 12, 2007

Penggunaan Titanium Oksida Pada Pakaian


Percayakah anda bahwa suatu saat nanti kita hanya memerlukan satu stel pakaian saja?

Ternyata hal itu tak lama lagi akan segera menjadi kenyataan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di DRDO Research and Development mengungkapkan bahwa penggunaan Titanium Oksida (TiO2) pada pakaian akan membuat pakaian tidak dapat terkotori apapun.

Lapisan molekul titanium oksida yang dimanfaatkan dengan teknologi nano-partikel pada pakaian membuat pakaian tidak dapat menyerap keringat, debu, dan partikel pengotor lainnya. Dan dengan adanya titanium oksida menjadikan pakaian akan terlihat selalu cemerlang.

Jadi tidak perlu khawatir kalau pakaian kita terkena tumpahan teh atau kopi, cukup dilap saja.

Dan yang lebih penting, bahwa penggunaan titanium oksida tidak akan membahayakan kesehatan kulit manusia.

Kita tunggu saja perkembangannya.
Sumber: www.hindu.com

Friday, August 17, 2007

TNT (Trinitrotoluene) dan Tanaman Tembakau Hasil Rekayasa Genetika

Tembakau memang tidak baik untuk kesehatan, namun hasil dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa tanaman tembakau hasil rekayasa genetika ternyata mampu memperbaiki kondisi tanah yang tercemar TNT atau trinitrotoluene. TNT adalah bahan peledak yang umum digunakan dalam dunia militer.

Kontaminasi tanah oleh TNT adalah merupakan masalah lingkungan terbesar yang dialami oleh negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II, daerah latihan militer dan area di mana pabrik peledak berdiri. Selain berbahaya, TNT juga bersifat racun dan dapat mengganggu kesehatan manusia.

Para peneliti telah mengetahui bahwa bakteri tertentu mampu memetabolisme TNT dan mengubahnya menjadi senyawa yang tidak beracun. Namun, bakteri yang terdapat di alam sangat terbatas untuk dapat menguraikan TNT dalam tanah.

Kemudian para peneliti memasukan enzim bakteri tertentu ke dalam tanaman tembakau, yang dapat menguraikan TNT. Ternyata setelah dicoba ditanam di tanah yang terkontaminasi dengan TNT bersama-sama dengan tanaman tembakau tanpa rekayasa, hasilnya menunjukkan bahwa tanaman tembakau hasil rekayasa genetika mampu menurunkan kandungan TNT dalam tanah secara signifikan.

Selain itu, para peneliti juga menyimpulkan bahwa tanaman hasil rekayasa genetika mampu membersihkan sumber kontaminan lain, selain TNT.

Sumber: Science Daily

Friday, May 18, 2007

Sekilas Tentang Deodoran

Istilah deodoran tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Zat kimia yang satu ini biasanya kita gunakan untuk menghilangkan bau tidak sedap dari tubuh kita. Deodoran atau dalam istilah asingnya deodorant atau deodorizer adalah suatu zat yang digunakan untuk menyerap atau mengurangi bau menyengat.

Deodoran memiliki beberapa bentuk, ada yang cair ada pula yang padat. Untuk penggunaan kebersihan tubuh misalnya, deodoran digunakan pada bagian permukaan tubuh tertentu untuk menghilangkan bau tidak sedap. Karena kebanyakan bau tidak sedap dari tubuh disebabkan oleh aktifitas bakteri pada kulit, ke dalam deodoran biasanya ditambahkan pula zat antiseptik, yang berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab bau.

Batubara aktif dan silika gel menghilangkan bau dari udara dengan cara menyerapnya ke permukaan aktifnya.

Ada pula beberapa deodoran yang menghilangkan bau dengan cara bereaksi dengan senyawa penyebab bau. Salah satu contohnya adalah klorofil.

Glikol adalah deodoran sekaligus disinfektan yang biasanya disemprotkan saat digunakan untuk menyerap bau dari udara.

Friday, April 20, 2007

Konversi Satuan Pengukuran (Unit Conversion)


Pemahaman tentang konversi satuan pengukuran (unit conversion) merupakan kemampuan dasar yang diperlukan dalam kajian ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidak dapat terlepas dari satuan pengukuran. Sebagai contoh, para ibu di dapur terbiasa dengan satuan ‘tekanan’ untuk gas LPG, yang biasanya tercantum dalam satuan kg/cm2.g, bar atau psi.

Pada saat anak kita panas misalnya, kita ukur panas badannya dengan sebuah termometer. Hasil pengukurannya bisa dalam satuan derajat celcius (C) atau Fahrenheit (F).

Lalu dari mana kita bisa belajar konversi satuan? Untuk pelajar tentu dari buku-buku pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau bisa juga Fisika atau Kimia. Sebagai pilihan, kita juga bisa memanfaatkan internet. Banyak sekali kok situs yang bisa kita jadikan rujukan.

Nah, di bawah ini adalah beberapa situs yang menyediakan informasi yang cukup memadai tentang konversi satuan pengukuran ini. Bahkan beberapa diantaranya menyediakan fasilitas konversi satuan otomatis. Selamat belajar!

UnitConversion.org
DigitalDutch.com
Convert-me.com
ScienceMadeSimple.com
Unit-Conversion.info

Wednesday, March 21, 2007

Informasi Dalam Lembar Keselamatan dan Keamanan Bahan (MSDS)


Setiap bahan kimia berbahaya, disyaratkan harus dilengkapi dengan Lembar Keselamatan dan Keamanan Bahan atau Material Safety Data Sheet (MSDS). Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan menyeluruh tentang semua aspek yang berhubungan dengan bahan kimia tersebut.

Sebuah Lembar Keselamatan dan Keamanan Bahan berisikan informasi mengenai bahan kimia tertentu, yang meliputi:

  1. Identifikasi bahan (material identification): berisi informasi mengenai nama produk, alamat dan nomor telepon emergency dari Perusahaan pembuat bahan kimia tersebut.
  2. Komposisi bahan (identity information): mengandung informasi mengenai komposisi bahan kimia yang terkandung di dalamnya, di mana konsentrasi bahan yang tertera minimal 1% atau 0.1% untuk bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kanker.
  3. Sifat fisika dan kimia (Physical and chemical properties): sifat fisika dan kimia yang tertera di dalam Lembar Keselamatan dan Keamanan Bahan meliputi warna dan bau, serta sifat yang menunjukkan seberapa mudah suatu bahan kimia dapat menguap dan terlepas ke udara. Sifat tersebut antara lain titik didih, tekanan uap, masa jenis uap, berat jenis dan laju penguapan.
  4. Data potensi bahaya kebakaran (Fire explosion and hazard data): berisikan informasi mengenai potensi bahaya kebakaran dari produk, serta hal-hal yang perlu diperhatikan apabila terjadi kebakaran yang melibatkan bahan kimia tersebut. Informasi yang disajikan meliputi:
    1. flash point: temperatur terendah dimana suatu cairan melepaskan cukup uap untuk membentuk campuran yang dapat terbakar oleh suatu percikan api
    2. extinguishing media: jenis pemadam api yang dapat digunakan.
    3. special fire fighting procedures: prosedur khusus yang dapat diterapkan ketika kebakaran yang melibatkan bahan kimia tersebut.
  1. Data reaktifitas (reactivity data): bagian ini menjelaskan mengenai tingkat kereaktifan suatu bahan kimia bila tercampur dengan bahan kimia lain, atau bila disimpan pada tempat yang tidak sesuai.
  2. Data mengenai bahaya terhadap kesehatan (health hazard data): bagian ini menjelaskan pengaruh paparan (exposure) bahan kimia terhadap kesehatan, beserta tanda-tanda dan gejalanya bila seseorang terkena paparannya. Pengaruh terhadap kesehatan dapat bersifat langsung (acute) atau jangka panjang (chronic). Bagian ini menjelaskan pula jalan masuk yang memungkinkan bahan kimia masuk ke dalam tubuh (kontak dengan kulit, terhirup, tertelan, dan lain-lain), termasuk pula target organ tubuh yang paling rentan terkena paparan.
  3. Hal-hal yang harus diperhatikan selama penanganan dan penggunaan (precaution for safe handling and use, or spill and leak procedures): bagian ini berisikan informasi mengenai peralatan yang tepat untuk digunakan dan tindakan yang harus dilakukan bila terjadi tumpahan atau bocoran. Selain itu, dijelaskan pula mengenai prosedur pembuangan limbah bahan kimia tersebut dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama penanganan dan penyimpanannya.
  4. Tindakan pengendalian (control measures): berisikan penjelasan mengenai tindakan-tindakan pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan, seperti penyediaan sarana ventilasi, prosedur kerja yang aman, dan alat pelindung diri yang sesuai.

Informasi mengenai Lembar Keselamatan dan Keamanan Bahan (MSDS) untuk beberapa bahan kimia yang umum digunakan di dalam industri kimia dapat diperoleh dari situs-situs seperti http://www.ilpi.com/msds/, http://hazard.com/msds/, atau http://www.lbl.gov/ehs/chsp/html/msds.shtml.

Wednesday, December 20, 2006

Pesawat Mesin Ganda Terkecil di Dunia