Wednesday, September 03, 2008

Pakai Pampers Nggak Ya?

Bagi anda yang masih punya bayi, menggunakan pampers tentu banyak membantu. Praktis dan tidak perlu dicuci. Sekali pakai, langsung buang. Tidak repot.

Tapi sadarkah kita bahwa ternyata pampers bekas yang kita buang berpotensi menambah masalah persampahan? Pampers dengan komposisi bahan antara lain kertas dan plastik tentu kita tahu, butuh waktu yang lama untuk dapat teruari oleh alam.

Perlu waktu sangat lama untuk terurai, apalagi bagian yang terbuat dari plastik perlu waktu puluhan kalau tidak ribuan tahun bagi alam untuk menguraikannya.

Bukan cuma itu, pampers bekas sekali pakai juga berpotensi menyebarkan berbagai macam penyakit, terutama pada saat disimpan sementara di bak sampah di depan rumah. Salah-salah, keluarga kita juga yang kena akibatnya.

Orangtua pun mesti menyisihkan anggaran khusus buat beli pampers setiap bulannya. Sekarang, ayo kita hitung sama-sama. Misalnya kita asumsikan saja setiap hari perlu satu pampers. Harga per satuannya saat ini berkisar antara Rp.2000 ~ Rp.4000. Jadi dalam satu bulan kita paling sedikit harus menganggarkan Rp.60.000. Atau dalam setahun menjadi Rp.720.000!

Bagaimana? Besar juga ‘kan? Oke lah kita mungkin tidak bisa begitu saja menyetop penggunaan pampers buat balita kita di rumah. Tapi paling tidak, bagaimana pampersnya dipakai kalau kita sekeluarga pergi ke luar rumah saja. Ke mal misalnya, baru kita pakaikan tuh pampers. Dengan begitu, kita bisa hemat dan tentu ikut turut serta membantu melestarikan lingkungan.

Jadi bagaimana….pakai pampers nggak ya?

5 comments:

Anonymous said...

Ya semua ada manfaat dan mudharatnya, pampers sangat berguna ketika anak sedang tidur. Dengan mengurangi frekuensi terbangun karena ngompol, perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi justru pada saat anak sedang tidur tidak terganggu.

Mengenai plastik dan kertas sih, botol dan gelas air mineral mengandung plastik lebih banyak daripada pampers, demikian juga tas plastik yang notabene 100% plastik, kemudian kemasan shampo, sabun, mie instant .. plastik sudah tidak terelakkan dari kehidupan manusia.

Sedangkan anggaran khusus yang dikeluarkan sudah menjadi resiko orang tua, untuk sebuah kemudahan selalu ada biaya yang dikeluarkan dan punya anak sudah pasti butuh biaya kan ? Popok biasa juga membutuhkan biaya karena pencuciannya tidak bisa dicampur dengan pakaian kita sehari hari.

Kalau mau hemat ya, berhenti merokok, pakai monitor LCD flatscreen yang konsumsi listriknya lebih sedikit dan banyak hal lainnya.

jadi bagaimana ? pakai pampers nggak ya ?

Lukman said...

Betul sekali. Ini hanyalah satu dari sekian banyak ide yang diharapkan mampu membangkitkan imajinasi kita. Brainstorminglah kira-kira.
Terima kasih atas komentarnya yang sangat berharga.

Lukman said...
This comment has been removed by the author.
yokondo said...

Sekarang telah ada diappers/pampers yang bisa dicuci dan dipakai ulang

CeLana Popok Sistim Lampin
Fitur produk : G Bahan lembut dan aman bagi bayi G Bagian dalam mengandung plastik jas baby yang sangat lembut dan aman bagi kulit bayi G Bahan lampin (penyerap) mengandung busa penyerap sebagai penahan air pipis dan dilapisi kain permukaan yang lembut G Tahan hingga 3 kali waktu pipis bayi G Aman buat lingkungan karena dapat dipakai ulang dan dicuci G Tidak mengandung bahan kimia (tdk pakai gel) G Mudah digunakan : pasang lampin diatas lapisan celana
tersedia ukuran :
 S Bayi baru lahir (2 - 7 kg)
 M 6 bulan (7 - 10 kg)
 L 9 bulan (11 - 13 kg)
 XL sampai umur 2 tahun (14-16 kg)
warna : Merah muda, biru atau kuning

tips untuk penggunaan pertama:
rendam lampin dalam air untuk memaksimalkan fungsi serapan

Kontak :yokondo79@yahoo.com
Phone : Setyoko081381584774/02198094480)
http://pampersbayi.bravehost.com

Mainan Anak said...

Ane setuju sih... klo pampers digunakan seperlunya saja. Selain hemat anggaran :), juga mengurangi limbah sampah...